Selasa, 03 Oktober 2017 - 09:33:21 WIB
Tembakan di Kasino, Las Vegas 58 Tewas 515 Terluka
Kategori: Internasional - Dibaca: 2114 kali

Las Vegas (Sioge) - Amerika Serikat digemparkan dengan terjadinya insiden penembakan di dekat Kasino Mandalay Bay, Las Vegas, yang menewaskan 58 orang tewas dan 515 orang terluka. Militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa mematikan itu. Padahal aparat setempat belum mengidentifikasi motif dari penembakan ini. "Serangan di Las Vegas telah dilakukan oleh tentara ISIS dan dia melakukannya sebagai respons atas seruan untuk menargetkan negara bagian dari koalisi," tulis Reuters yang mengutip situs terafiliasi ISIS, Amaq News Agency. Otoritas AS menyatakan, pihak keamanan masih memeriksa klaim itu
Sheriff Joseph Lombardo dari Kepolisian Metropolitan Las Vegas dalam keterangan persnya menyebut sejumlah personel kepolisian yang sedang tidak bertugas masuk dalam daftar korban tewas dalam insiden ini. Insiden penembakan ini terjadi pada Minggu (1/10) malam waktu setempat. Pelaku diyakini melepas tembakan dari salah satu balkon kamar yang ada di lantai atas hotel dan kasino Mandalay Bay.
Tembakan dilepaskan ke arah luar dan ditargetkan ke arah kerumunan orang yang sedang menonton festival musik country Route 91 Harvest yang digelar secara outdoor. Festival musik itu digelar semalam tiga hari terakhir, di halaman seluas 6 hektare yang membentang di area Las Vegas Boulevard, dekat kompleks Mandalay Bay. Festival musik ini diketahui rutin digelar selama empat tahun terakhir.
Laporan awal menyebut pelaku melepas tembakan dari balkon lantai 32 hotel dan kasino Mandalay Bay, dengan senapan otomatis. Sejumlah saksi mata sebelumnya menyebut ada dua hingga tiga pelaku dalam insiden ini. Laporan lain juga menyebut ada beberapa insiden serupa di lokasi berbeda. Namun Kepolisian Las Vegas menegaskan hanya ada satu pelaku dalam insiden ini.
Saksi mata yang berada di kamar hotel di seberang tempat kejadian mengatakan dia bisa menyaksikan peristiwa itu dari jendelanya. "Saya mendengar banyak tembakan, banyak tembakan--saya kira itu rem pesawat, tapi kemudian saya turun dan melihat orang-orang berlarian mencari anggota keluarganya," kata Heifner. "Saya langsung kembali ke kamar, mengunci pintu dan mematikan lampu,” jelasnya.
Saksi lain mengatakan bahwa penembakan semula terdengar seperti bunyi petasan. "Bunyinya tidak terdengar normal, terdengar seperti senapan mesin dan lebih dari satu peluru, itu terdengar seperti ratusan peluru," ujarnya. "Pacar saya membawa saya ke belakang gedung di sini karena suara itu terdengar tidak benar," kata dia. "Dan kemudian kami bersembunyi di balik bangunan dan hanya bisa mendengar ratusan peluru kemudian 10 menit setelahnya polisi datang dan memblokade jalanan."
Kepolisian Las Vegas menyatakan pelaku penembakan brutal, Stephen Paddock, menghabisi nyawanya sendiri. Laporan sebelumnya menyebut Paddock tewas ditembak polisi. Polisi mendapati Paddock sudah tak bernyawa saat mendobrak masuk ke kamar hotelnya yang ada di lantai 32.
Kepolisian setempat meyakini Paddock (kakek berusia 64 tahun) menginap di Hotel dan Kasino Mandalay Bay saat melakukan aksi brutalnya.  Di dalam kamar yang ditempatinya, polisi menemukan banyak senjata api jenis senapan.
"Kami menemukan sejumlah senjata api di dalam kamar yang dia tempati. Yang kami ketahui semuanya berjenis senapan," terang Lombardo dalam keterangannya. Tidak diketahui pasti bagaimana pelaku bisa membawa senapan-senapan itu ke dalam kamar hotel.
Aksi Jahat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutuk penembakan massal yang terjadi di Las Vegas, Nevada. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai ‘aksi jahat.’ “Malam lalu seorang pelaku menembakkan senjatanya di sebuah kerumunan besar di konser musik country di Las Vegas, Nevada. Dia dengan brutal membunuh lebih dari 58 orang dan itu merupakan sebuah perbuatan jahat,” ujar Trump.
Trump dilaporkan telah berbicara dengan Gubernur Nevada, Wali Kota Las Vegas, dan kepala kepolisian setempat. Untuk menilik secara langsung dan bertemu dengan keluarga korban, Trump dan istrinya, Melanie, dilaporkan akan mengunjungi Las Vegas, Rabu (4/10).
Meski demikian, dalam kesempatan itu, Trump tidak menyinggung soal klaim ISIS yang menyebut bahwa pelaku merupakan tentara kelompok militan tersebut yang baru saja memeluk agama Islam beberapa bulan lalu. “Penyerangan di Las Vegas dilakukan oleh seorang tentara ISIS dan dia melakukannya sebagai respons atas panggilan koalisi negara yang menjadi target,” papar agensi berita ISIS, Amaq. Hal itu terkait dengan koalisi yang dipimpin AS untuk membasmi ISIS di Timur Tengah.
Belasungkawa juga diucapkan oleh Wakil Presiden Mike Pence melalui Twitter. "Kepada seluruh korban, keluarga, dan orang-orang terkasih yang menjadi korban dari kekerasan tak berperikemanusiaan di Las Vegas, Karen dan saya berdoa dan mengirim cinta kepada kalian," tulis Pence. "Hati dan doa warga Amerika ditujukan kepada kalian semua. Dukacita dan simpati kami kirimkan kepada kalian," imbuh dia. (Dtc)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)