Selasa, 13 Februari 2018 - 14:05:57 WIB
LAPAK PEDAGANG DI BELAKANG PN DIBONGKAR PAKSA
Kategori: Medan - Dibaca: 2102 kali

Medan (SIOGE) - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan bersama pihak Kecamatan Medan Petisah membongkar paksa sejumlah lapak pedagang di belakang Pengadilan Negeri (PN) Medan atau di Jalan Candi Prambanan, Selasa (13/2/2018).

Pembongkaran paksa ini dilakukan berdasarkan permintaan Ketua PN Medan. "Untuk hari ini yang ditertibkan di sini saja. Penertiban ini kami lakukan karena ada permintaan Ketua Pengadilan," kata Camat Medan Petisah, Parlindungan Nasution.

Parlindungan mengatakan, karena permintaan itu, pihak kecamatan berkordinasi dengan Satpol PP Kota Medan. Kemudian, pihaknya sudah sempat memberitahukan rencana penertiban ini pada pedagang.

Pantauan dilapangan, beberapa pedagang sibuk mengangkati barang ke tempat yang lebih aman di seputar pengadilan.

Karena lokasi penertiban berada di jalan alternatif, pihak Satpol PP sementara waktu menutup jalan tersebut. Barang-barang milik pedagang tampak berserakan di tengah jalan.

Di lokasi penertiban, petugas Satpol PP ada juga yang membantu mengevakuasi barang-barang milik pedagang mengangkati barang ke atas mobil bak terbuka.

Salah satu pedagang Berliana boru Pasaribu yang lapaknya dibongkar sempat komplain. Sebab, mereka tak punya pekerjaan lain selain berjualan di belakang PN Medan. "Alasan Ketua PN minta kami digusur karena lapak kami menempel di dinding mereka. Kalau memang itu alasannya, besok ya aku jualan lagi lah. Tapi pakai gerobak aja. Kan enggak nempel ke dinding mereka," katanya.

Ia mengatakan, dirinya sudah puluhan tahun membuka lapak di Jalan Candi Prambanan. Namun, baru kali ini ditertibkan karena Ketua PN membuka lapak baru di dalam pengadilan untuk pihak luar. "Dia menggusur kami. Sementara di dalam pengadilan ada lapak-lapak berjualan. Yang kami kesalkan, kenapa kami tidak diajak berdialog. Malah orang luar yang jualan di dalam itu," katanya.

Untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, lanjut Berliana, dirinya hanya mengandalkan penghasilan sebagai pedagang. Maka dari itu, ketika lapaknya digusur, ia akan tetap membuka lapak keesokan harinya. "Mau makan apa kalau enggak jualan! Ya tetap jualan lah besok. Tapi pakai gerobak aja. Jadi enggak ada alasannya lapak kami nempel di dinding pengadilan," pungkas Berliana. (s1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)