Rabu, 08 Agustus 2018 - 23:48:06 WIB
Peringkat Ke-2 Dunia, Sejumlah Organisasi Kesehatan Bahas Kasus TB Paru
Kategori: Medan - Dibaca: 2106 kali

Medan (SIOGE) - Saat ini, Indonesia menduduki peringkat ke-2 di dunia untuk kasus terbesar Tuberculosis Paru (TB Paru). Sementara itu Sumatera Utara (Sumut) berada pada peringkat ke-4 se-Indonesia, dan Medan berada pada peringkat pertama di Sumatera Utara.
Hal tersebut dibahas saat Dinas Kesehatan Sumut, Dinas Kesehatan Kota Medan, IDI Sumut, Koalisi Organisasi Profesi untuk Eliminasi TB ( KOPI TB), KNCV sebagai NGO khusus TB dibawah USAID melakukan kunjungan ke Universitas Methodist Indonesia (UMI), Kamis (2/8).
Guna menanggulangi penyakit TB di Medan diperlukan kemitraan dan kerjasama antara pemerintah dengan sejumlah lintas sektor maupun lintas program dan masyarakat termasuk dengan melibatkan Perguruan Tinggi (PT).
Penyakit TB merupakan penyakit menular yang berdampak luas terhadap individu pasien, keluarga dan masyarakat. Untuk itu diperlukan komitmen pemerintah yang kuat untuk mengatasi penularan dan penyebaran penyakitnya.
Kunjungan itu diterima Ir Pantas Simanjuntak MM yang juga merupakan rektor, didampingi dr Eka Samuel P. Hutasoit SpOG MM, dr Ester Sitorus MKed (PA) SpPA, dr Alexander P Marpaung MKT dan dr Harry Butarbutar SpB.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa untuk menanggulangi penyakit TB, Pemko Medan sudah membuat Rencana Aksi Daerah (RAD) dengan mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) No. 85 tahun 2017 tentang Penanggulangan Tuberkulosis (TB).
Dimana, dalam RAD tersebut melibatkan seluruh pengandil termasuk Perguruan Tinggi (PT) sebagai Institusi yang memiliki posisi strategis dalam pencegahan dan deteksi dini TB , khususnya pada Mahasiswa dan masyarakat secara umum. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas komitmen bersama dalam pencegahan dan deteksi dini TB Paru.
Ir Pantas Simanjuntak menyambut baik RAD tersebut, dan akan melaksanakan program lanjutan di fakultas kedokteran yang ada dengan membuat desa binaan bagi mahasiswa dan dosen agar dapat melakukan pengabdian pada masyarakat berbasis penelitian. "Program-program strategis lain akan laksanakan di wahana pendidikan mahasiswa," katanya.
Senada dengan itu, dr Eka Samuel P Hutasoit SpOG MM dalam pertemuan tersebut memberikan komitmen untuk kerja sama lebih luas dengan pihak-pihak terkait dalam pencegahan dan deteksi dini TB Paru sebagai bukti mereka berperan dalam program nasional dan program daerah.
Sementara itu, Ketua IDI Sumut dr Edy Ardiansyah SpOG (K) yang juga terlibat didalam Koalisi Organisasi Profesi untuk Eliminasi TB (KOPI TB) menyampaikan, sebagai lembaga keilmuan berperan penting dalam program-program nasional dan RAD. Khususnya dalam Kasus TB Paru, para dokter memegang peranan langsung dalam praktek di masyarakat.
Peran ini dapat didorong melalui ikatan alumni agar ikut mensukseskan program pencegahan dan deteksi dini TB Paru," sebutnya. Pertemuan diakhiri dengan rencana pertemuan dan program-program lanjutan dalam kesepahaman komitmen tentang pencegahan dan deteksi dini TB Paru. (s1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)