105 Warga Taput Tracing Rapid Tes Pasca Seorang PDP Dirujuk ke RSU Pirngadi
19 April 2020 - 16:14:38 WIB | Dibaca: 3062x
Tarutung (SIOGE) - Sebanyak 105 warga Kabupaten Tapanuli Utara ditracing dengan rapid tes pasca seorang pasien dalam pemantauan (PDP) inisial TS berusia 60 tahun dirujuk ke RS dr Pirngadi Medan, Rabu 15 April 2020 pukul 01.00 WIB dini hari.
Demikian penjelasan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tapanuli Utara Indra Sahat Simaremare, Minggu (19/4/2020).
Diterangkan, para warga yang menjalani rapid tes terdiri dari petugas Puskesmas Situmeang Habinsaran, Kecamatan Sipoholon sebanyak 15 orang, warga Sipoholon 20 orang dan petugas medis RSUD Tarutung sebanyak 70 orang.
Sebagai tindak lanjutnya sebanyak 124 orang warga Taput menjalani isolasi mandiri terdiri dari petugas Puskesmas Situmeang Habinsaran sebanyak 34 orang, masyarakat/warga sebanyak 20 orang dan petugas RSUD Tarutung sebanyak 70 orang.
Menyikapi berita yang simpang siur di tengah-tengah masyarakat dan media, Indra Simaremare menerangkan, pasien TS, perempuan berusia 60 tahun, warga Kecamatan Sipoholon pada Rabu 8 April 2020 berobat ke Puskesmas Situmeang Habinsaran. Kemudian Jumat 10 April 2020, pukul 20.00 WIB datang ke RSUD Tarutung melalui IGD dengan keluhan utama nyeri perut kanan atas.
"Pada Senin 13 April 2020 menjalani foto thorax dengan hasil bronchitis dd pneumonia. Sesuai hasil foto tersebut maka petugas melakukan rapid test sampai dengan 3 kali, dengan hasil 2 kali reaktif (+) dan 1 kali non reaktif. Kemudian Rabu 15 April 2020 pukul 01.00 WIB dini hari dirujuk ke RS Pringadi Medan dan sampai sekarang masih dalam perawatan," sebutnya.
Menurutnya, mengingat TS pada Rabu 8 April 2020 berobat ke Puskesmas Situmeang Habinsaran, maka dilakukan tracing di Puskesmas dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan yang bersangkutan, dan ditemukan 1 orang petugas Puskesmas Situmeang Habinsaran dengan hasil rapid test reaktif (positif).
"Perlu diketahui bahwa hasil reaktif rapid tes belum tentu disebabkan covid-19. Ada kemungkinan dia terpapar penyakit akibat virus lain yang menaikkan antibody IgG dan IgM, seperti HIV/Aids, Demam Berdarah ataupun SARS (flu burung) dan lainnya. Maka sample dan pasien kita kirim ke Medan untuk dilakukan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) untuk memastikan apakah virus itu covid-19," ujarnya.
Diharapkan hasil sample yang dikirim ke Medan semoga negatif dan pasien dapat sehat kembali.(sib)






















