Peringati Hari Tani Nasional, Petani Karo Berharap Pemerintah Peduli Nasib Petani Akibat Pandemi Cov
24 September 2020 - 09:55:02 WIB | Dibaca: 3715x
Karo (SIOGE) - Pada momen perayaan Hari Tani Nasional yang jatuh pada Kamis 24 September 2020, petani berharap Pemerintah Pusat khusus Kementerian Pertanian dan Pemerintah serta DPRD Kabupaten Tanah Karo peduli terhadap kondisi pertanian dan nasib petani akibat pandemi Covid-19.
Seperti disampaikan Ketua Serikat Tani Tanah Karo (STTK) mengatakan akibat pandemi Covid-19 kondisi pertanian di Kabupaten Karo sangat dibutuhkan butuhkan keseriusan dari pemerintah dan juga DPRD untuk mendukung pertanian masyarakat khususnya dalam membuka akses pemasaran hasil tani.
"Mengingat Kabupaten Karo masyarakatnya rata-rata petani, maka kami butuhkan keseriusan dari pemerintah dan DPRD Kaor untuk mendukung pertanian masyarakat khususnya dalam membuka akses pemasaran hasil tani kami. Sebab, petani butuh pupuk subsidi, bibit, edukasi penyuluhan pertanian," ungkap Juna Bangun di Kabanjahe, Rabu (23/9/2020).
Bangun juga menyampaikan STTK Karo siap bekerja sama dengan pemerintah berbagi ide dan sama-sama mencari solusi mengatasi masalah pertanian di kabupaten Karo.
Kalpin Sembiring perwakilan dari Perhimpunan Pelayanan Pijer Podi (YAPIDI) Karo juga mengatakan, STTK akan menyampaikan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo dan Kementerian Pertanian RI terkait permasalahan yang saat ini membuat petani semakin terpuruk.
Selain itu, mereka juga berharap dalam peringatan Hari Tani Nasional, Presiden RI dan Kementerian Pertanian RI dapat mengabulkan permintaan petani melalui surat yang disampaikan STTK sebagai kado untuk petani tanah karo dalam peringatan Hari Tani Nasional dan RUU Omnibuslaw agar ditunda dan dikaji kembali. Serta menghimbau pemerintahan tanah karo melalui dinas kabupaten tanah karo mempercepat penerbitan kartu tani.
Disampaikannya, sebelumnya STTK bersama Organisasi Tingkat Lokal (OTL) dan Credit Union (CU) Kabupaten Karo memperingati Hari Tani Nasional menggelar berbagai kegiatan seperti longmarch, membagi bibit, gotong royong kebersihan desa, diskusi, seminar, orasi petani, STTK Fair dan lainnya. Namun, akibat pandemi covid-19 rangkaian kegiatan hanya bergotong royong melakukan kebersihan di Desanya.
Seperti kita ketahui, pada Kamis, 13 agustus 2020 lalu STTK bersama Organisasi Tingkat Lokal (OTL) melakukan rapat akbar anggota bersama di Kantor YAPIDI Kabanjahe terkait permasalahan dan tantangan yang dihadapi Petani Karo di masa pandemi Covid -19 serta upaya Advokasi yang dilakukan agar Kebijakan Pemerintah Pro Petani Karo khususnya dan Petani Indonesia umumnya saat. (rel/s1)






















