DPRD Medan Dapil I Sampaikan Hasil Reses, Infrastruktur dan Bansos Jadi Sorotan
19 Mei 2026 - 09:57:20 WIB | Dibaca: 2113x
Medan (Sioge) - Banjir, drainase rusak, jalan berlubang, hingga bantuan sosial yang belum merata menjadi keluhan utama masyarakat dalam Reses V Anggota DPRD Kota Medan Daerah Pemilihan (Dapil) I Tahun Sidang 2025-2026.
Keluhan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Senin (18/5/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen didampingi Wakil Ketua DPRD Zulkarnaen dan Rajudin Sagala. Turut hadir Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas serta Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap.
Laporan hasil reses dibacakan Robi Barus mewakili anggota DPRD Dapil I yang meliputi Kecamatan Medan Barat, Medan Baru, Medan Helvetia, dan Medan Petisah.
Robi Barus mengatakan persoalan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah Dapil I.
“Keluhan masyarakat paling banyak terkait banjir dan drainase yang hingga kini belum tertangani secara maksimal,” ujar Robi Barus.
Menurutnya, berbagai aspirasi masyarakat hasil reses akan menjadi pokok-pokok pikiran DPRD untuk diteruskan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan sebagai bahan penyusunan program pembangunan tahun 2027.
“Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi sarana mendengar langsung persoalan masyarakat,” katanya.
Dalam laporan tersebut, warga Jalan Sejahtera Medan Petisah meminta drainase dibersihkan karena tersumbat dan menyebabkan genangan air, bau tidak sedap, serta banyak nyamuk.
Keluhan serupa juga disampaikan warga di kawasan Jalan Gaperta, Jalan Bunga Cempaka, Jalan KL Yos Sudarso, Jalan Putri Hijau, hingga bantaran Sungai Deli yang kerap terdampak banjir saat hujan deras.
Masyarakat juga meminta normalisasi sungai dan parit, rehabilitasi drainase, pengaspalan jalan lingkungan, serta pembangunan bronjong penahan longsor di kawasan rawan banjir.
“Normalisasi sungai dan perbaikan drainase harus menjadi prioritas untuk mengurangi banjir di permukiman warga,” ucapnya.
Selain persoalan infrastruktur, warga turut mengeluhkan pengelolaan sampah yang dinilai belum maksimal dan memicu penyumbatan saluran air.
Warga meminta penambahan fasilitas tempat pembuangan sampah serta pembersihan aliran sungai dan parit secara rutin.
“Masalah sampah dan drainase saling berkaitan dan perlu penanganan serius dari pemerintah,” kata Robi.
Di sektor perhubungan, warga meminta penertiban parkir liar dan pedagang di pinggir jalan di kawasan Kapten Muslim karena dinilai menyebabkan kemacetan.
Sementara di bidang sosial, masyarakat meminta bantuan pendidikan dan bantuan lansia disalurkan secara adil dan tepat sasaran.
“Warga berharap pelayanan publik dan penyaluran bantuan sosial dapat lebih merata dan tepat sasaran,” ujarnya.
Robi Barus berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait banjir, infrastruktur dasar, dan pelayanan publik.
“Aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses akan diperjuangkan melalui program pembangunan daerah,” pungkasnya. (*)













