Karier Politik Tasdi, Bupati Purbalingga yang Terjaring OTT KPK
05 Juni 2018 - 10:48:38 WIB | Dibaca: 3477x
Purbalingga (SIOGE) - Bupati Purbalingga, Tasdi diamankan tim petugas KPK dalam operasi tangkap tangan, Senin (4/6/2018). Ia diamankan karena diduga terlibat dalam tindak pidana suap. Tasdi ditangkap bersama enam orang lainnya karena disinyalir terlibat suap terkait proyek infrastruktur.
Namanya singkat, Tasdi. Ia lahir di Karangreja, Purbalingga pada 11 April 1968 tepatnya di timur lereng gunung Slamet. Makanya ia kerap menjuluki dirinya sebagai ‘anak gunung’. Tanah kelahirannya sendiri berbatasan dengan Kabupaten Pemalang, harus ditempuh dari Purbalingga kurang lebih satu jam, melewati Bobotsari. Kalau malam Karangreja sering berkabut namun kabut seolah tidak pernah menyelimuti karir seorang Tasdi.
Tasdi mulai mengenal dunia politik pada tahun 1987 tetapi baru aktif pada tahun 1996, jauh sebelum lulus dari Universitas Jenderal Soedirman dan menjadi Ketua PAC PDIP Kecamatan Karangreja periode 1997–2000. Lalu pada tahun 2005-2020, karirnya terus menanjak hingga menjadi Ketua DPC Purbalingga tiga periode berturut-turut.
Tasdi mengawali karir di jalur legislatif menjadi anggota DPRD Purbalingga sejak 1999 hingga 2014. Pada masa jabatan 2004 hingga 2014 dia menjadi Ketua DPRD Purbalingga.
Setelah tiga periode menjadi wakil rakyat dan menjabat sebagai Plt Wakil Bupati pada 2014-2015, Tasdi mencoba peruntungan dalam Pilkada pada 2015. Dalam pemilihan hanya diikuti 60 persen pemilik hak suara, Tasdi bersama Dyah Hayuning Pratiwi yang diusung PDIP, PAN, Gerindra, dan PKS berhasil mengalahkan pasaingnya Sugeng-Sutjipto.
Selain berkiprah di dunia politik, Tasdi juga menggeluti dunia sepakbola. Sejak 2006 dia sudah menjadi pengurus PSSI Purbalingga. Sejak 2011 hingga 2016, dia pernah menjadi Ketua Komisi Disiplin PSSI Jawa Tengah. Bapak dua anak ini juga pernah menjadi panitia Kongres PSSI di Solo pada 2012.
Dalam laman bupati.purbalinggakab.go.id, Tardi juga pernah mendapat sederet penghargaan. Pada 2005 dia mendapat gelar Top Leader dari Yayasan Andhika Jakarta, Penghargaan dari Mandat Award 2013 sebagai Nominator Wakil Rakyat Aspiratif, dan Penghargaan Lencana Pancawarsa II dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada 2014.
Kini, Tasdi sedang menanti status hukumnya setelah menjalani pemeriksaan intensif dari penyidik KPK. (k/s1)




.jpeg)

















