Prabowo: Cek Kesehatan Gratis Sudah Jangkau 108 Juta Orang
18 Agustus 2026 - 12:53:32 WIB | Dibaca: 2127x
MEDAN (Sioge) – Presiden Prabowo Subianto mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 108 juta orang sejak diluncurkan pada Februari 2025.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yang diikuti DPRD Kota Medan melalui rapat paripurna, Jumat (14/8/2026).
“Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program cek kesehatan gratis telah menjangkau 108 juta orang,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, pada 2025 tercatat 70,2 juta peserta CKG, sedangkan hingga akhir Juni 2026 mencapai 59,5 juta peserta. Sebagian masyarakat mengikuti pemeriksaan pada kedua periode tersebut.
Prabowo mengatakan layanan CKG kini tersedia di 10.255 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi.
Selain CKG, pemerintah juga membangun dan meningkatkan 66 rumah sakit umum daerah (RSUD) di daerah tertinggal, terdepan dan terluar.
Pemerintah juga menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta warga tidak mampu.
Di sisi lain, Prabowo mengakui masih terdapat kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis di berbagai daerah.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang disampaikan Prabowo, sebanyak 474 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum. Kemudian, 505 kabupaten/kota membutuhkan tambahan sekitar 127.000 dokter gigi, sedangkan 481 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 55.712 dokter spesialis.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, pemerintah membuka fakultas kedokteran serta program studi spesialis dan subspesialis, baik berbasis perguruan tinggi maupun rumah sakit.
“Untuk itu selama 21 tahun terakhir pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis,” ujar Prabowo.
Ia mengatakan penambahan kapasitas pendidikan kedokteran akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis, terutama di daerah yang jauh dari ibu kota provinsi dan kawasan Indonesia Timur.
Prabowo menegaskan pembangunan kesehatan merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan negara hadir memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat.
“Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat,” katanya. (*)






.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

