Prabowo Perintahkan TNI-Polri Usut 1.000 Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung
18 Agustus 2026 - 13:00:50 WIB | Dibaca: 2130x
MEDAN (Sioge) – Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut aktivitas sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yang diikuti DPRD Kota Medan melalui rapat paripurna, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung.
“Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut masalah 1.000 tambang,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, aktivitas tambang ilegal dalam jumlah besar tidak mungkin berlangsung tanpa adanya pengawasan atau pembiaran dari pihak tertentu.
“Tidak mungkin 1.000 tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian,” ujarnya.
Karena itu, Prabowo meminta Panglima TNI dan Kapolri melakukan pengusutan terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut.
Ia juga meminta Menteri Keuangan mengusut persoalan yang berkaitan dengan kepabeanan serta meminta Badan Keamanan Laut (Bakamla) memperkuat pengawasan terhadap penyelundupan.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi penyelewengan yang merugikan negara.
“Rakyat kita sekarang tidak mau menerima ketidakadilan, tidak mau melihat lagi penyelewengan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan perkembangan kinerja PT Timah Tbk. Ia mengatakan perusahaan tersebut mencatat laba Rp2,7 triliun pada semester I 2026, atau sekitar sembilan kali dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Prabowo mengatakan pembenahan tata kelola BUMN dan sektor pertambangan akan terus dilakukan untuk meningkatkan penerimaan negara dan memastikan kekayaan alam memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)






.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)